inspirasinema

Inspiring Movies of All-Time

Hachi: A Dog’s Tale (2009)

Judul Asli: Hachiko: A Dog’s Story
Negara: Amerika Serikat
Tahun: 2009
Sutradara:Lasse Hallström
Pemain: Edward Asner, Jordan Nagai and John Ratzenberger
Durasi: 96 menit

 

Hachiko adalah film tentang kesetiaan anjing pada majikan. Film ini berdasarkan kisah nyata dari asal muasal sebuah patung anjing di dekat Stasiun Shibuya, Jepang. Memang pernah ada seekor anjing yang sangat setia menunggu majikannya pulang di dekat stasiun kereta api itu. Kisah Hachiko sendiri telah membumi di Jepang. Film Hachiko: A Dog’s Story dibintangi oleh Richard Gere, yang dulu pernah hit lewat film Pretty Woman dan dibintangi juga oleh Joan Allen yang terkenal dalam The Bourne Trilogy.
Cerita ini bermula ketika  Profesor Parker Wilson (Richard Gere) menemukan seekor anjing kecil di Stasiun Kereta Api Bedridge, Wonsocked, Amerika Serikat, tempat ia biasa pergi bekerja dan pulang dari kerja. Anjing berjenis akita itu kemudian diajaknya pulang ke rumah dan diberi nama Hachiko.Parker dan istrinya Cate (Joan Allen) merawat anjing itu hingga Hachiko bertumbuh besar dan tiada tiada hari yang dilewatkan Parker tanpa bermain dengan Hachiko.
Suatu hari, ketika Hachiko sudah beranjak dewasa, tanpa disangka ia mengikuti Parker ke stasiun saat Parker berangkat kerja. Parker terpaksa keluar dari kereta untuk memulangkan Hachico ke rumah.Namun, ternyata Hachico menjemputnya di stasiun pada pukul 17.00. Sejak saat itu Parker membiarkan Hachico mengantar-jemputnya di stasiun.Para pemilik kios, pedagang, dan pejalan kaki, serta “commuter” (orang yang bekerja secara “nglaju”) tercengang-cengang dengan kelakuan Hachiko yang tidak seperti anjing pada umumnya.Semua orang orang di sekitar Stasiun Bedridge menyayangi Hachiko dan selalu menyapa anjing itu layaknya sebagai manusia.
Carl: Look, you don’t have to wait anymore. He’s not coming back.
Sampai pada satu hari, Hachiko tak menemukan kedatangan tuannya di stasiun pada pukul 17.00.Parker Wilson ternyata meninggal karena serangan jantung ketika ia tengah mengajar, sementara  Hachiko sepertinya tak pernah mengerti perihal meninggalnya Parker.Setelah kematian Parker, Cate menjual rumahnya dan meninggalkan Bedridge. Sementara Hachiko dipelihara oleh anak perempuan Parker, Andy Wilson (Sarah Roemer).
Berulang kali Hachiko kabur dari rumah Andy untuk pergi ke stasiun, berharap ia akan menemukan tuannya kembali.Andy selalu menjemput Hachiko di stasiun hingga pada akhirnya Andy merelakan Hachiko pergi. Hachiko tinggal di stasiun dan pada pukul 17.00, ia akan duduk di bundaran di depan stasiun, menanti kedatangan tuannya.Keunikan tingkah laku Hachiko itu menarik perhatian orang-orang di sekitar situ, bahkan tulisan mengenainya dimuat di koran-koran sehingga kisah anjing ini menjadi legenda. Sehingga orang-orang memberi makan Hachiko secara bergantian.
Cate Wilson: Hachi? Hachi? Oh, old thing! You’re still waiting. That’s right. If it’s all right, could I wait with you for the next train? Yeah? Thanks.
Kesetiaan Hachiko bertahan hingga tahun kesepuluh meninggalnya Parker. Sampai akhirnya pada musim dingin tahun ke sepuluh, Hachiko meninggal di bundaran stasiun pada tengah malam. Pembuatan film ini diinspirasi dari kisah nyata seekor anjing bernama Hachiko yang hidup dalam rentang waktup tahun 1923-1935  di Jepang.Kisah yang disajikan dalam Hachiko: A Dog’s Story persis sama dengan kisah aslinya. Di Jepang, sebuah monumen berupa patung untuk mengenang kesetiaan Hachiko didirikan di depan Stasiun Shibuya.

 

Film ini menarik dari sisi kisah nyatanya yang sangat mengharukan. Tidak hanya itu, gaya tutur dalam film ini mudah dimengerti dan sangat ringan. Penggambaran sosok Hachi yang setia kepada majikan pun berhasil ditampilkan dalm film ini. Apalagi alur yang tidak begitu rumit dan mudah diikuti ini menyajikan kisah mengharukan dari Hachiko yang menggetarkan hati. Bisa dipastikan kamu yang menontonnya akan membutuhkan tisu untuk mengusap air mata. Penggambaran sosok Hachiko yang selalu menunggu majikannya itu dapat dijadikan simbol kesetiaan anjing kepada majikan. Sungguh, betapa mengharukannya film ini. (Review by Achmad Muchtar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: