inspirasinema

Inspiring Movies of All-Time

Laskar Pelangi (2008)

Negara: Indonesia
Tahun: 2008
Sutradara: Riri Riza
Pemain: Cut Mini Theo, Ikranagara, Lukman Sardi dan Tora Sudiro
Durasi: 124 menit

Diangkat dari novel fenomenal karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi sudah punya penggemar sendiri sebelum difilmkan. Riri Riza dianggap sukses menjabarkan novel ke medium pita seluloid dengan raihan keuntungan luar biasa. Dibintangi oleh anak-anak asli Belitong dan beberapa artis Jakarta, Laskar Pelangi ingin punya nuansa seperti aslinya dengan mengambil lokasi syuting seperti aslinya juga.

Sebuah adaptasi sinema dari novel fenomenal LASKAR PELANGI karya Andrea Hirata, yang mengambil setting di akhir tahun 70-an

Hari pertama pembukaan kelas baru di sekolah SD Muhammadyah menjadi sangat menegangkan bagi dua guru luar biasa, Muslimah (Cut Mini) dan Pak Harfan (Ikranagara), serta 9 orang murid yang menunggu di sekolah yang terletak di desa Gantong, Belitong. Sebab kalau tidak mencapai 10 murid yang mendaftar, sekolah akan ditutup.

Hari itu, Harun, seorang murid istimewa menyelamatkan mereka. Ke 10 murid yang kemudian diberi nama Laskar Pelangi oleh Bu Muslimah, menjalin kisah yang tak terlupakan.

5 tahun bersama, Bu Mus, Pak Harfan dan ke 10 murid dengan keunikan dan keistimewaannya masing masing, berjuang untuk terus bisa sekolah. Di antara berbagai tantangan berat dan tekanan untuk menyerah, Ikal (Zulfani), Lintang (Ferdian) dan Mahar (Veris Yamarno) dengan bakat dan kecerdasannya muncul sebagai pendorong semangat sekolah mereka.

Di tengah upaya untuk tetap mempertahankan sekolah, mereka kembali harus menghadapi tantangan yang besar. Sanggupkah mereka bertahan menghadapi cobaan demi cobaan?

Film ini dipenuhi kisah tentang kalangan pinggiran, dan kisah perjuangan hidup menggapai mimpi yang mengharukan, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia

Menonton film Laskar Pelangi mengingatkan saya pada dunia pendidikan. Saya sebetulnya sudah terharu duluan membaca sinopsisnya. Kemudian rasa haruku semakin tumpah dengan cara Riri Riza menyajikan filmnya yang begitu dramatis. Setiap menit filmnya penuh arti dan membuat saya haru. Belum ada sebelumnya film Indonesia yang begitu thrilling dan mengharukan. Cerita dalam novelnya yang sudah terkenal bagus berhasil dijabarkan dengan nuansa seperti aslinya. Para laskar cilik juga mampu bermain sangat apik di sini. Apalagi akting Cut Mini sebagai ibu guru sangat bagus sekali. Apalagi Lukman Sardi juga mampu menghidupkan ending film ini. Saya sangat menikmati film ini. Bagaimana bisa, sebuah film Indonesia mampu membuat saya haru dari awal sampai akhir. Saya terharu begitu mengingat film ini. So far, Laskar Pelangi adalah film Indonesia terbaik yang pernah saya tonton. Disamping dunia pendidikan yang diekspos, namun film ini juga mengajarkan kepada saya untuk pantang menyerah demi cita-cita. Gapailah cita-citamu setinggi langit.  (Review by Achmad Muchtar)

2 responses to “Laskar Pelangi (2008)

  1. omyosa September 23, 2011 pukul 09:39

    SIAPA PAHLAWAN LASKAR PELANGI?
    sepuluh anak belitong asuhan ibu guru Halimah patut di beri penghargaan sebagai pahlawan motivasi.
    Tetapi ada yang menarik dari 10 anak tersebut, yaitu Harun pendaftar terakhir pada sekolah muhammadiyah itu.
    Harun, sepatutnyalah memperoleh penghargaan dan apresiasi yang luar biasa, kenapa ? karena tanpa Harun tidak ada itu yang namanya Laskar Pelangi. Dimana dan bagaimana nasib Harun sekarang? Harunlah yang menyelamatkan sekolah itu sehingga diijinkannya proses belajar mengajar tetap berlangsung di sekolah muhammadiyah belitong yang akhirnyan menghantarkan Andrea Hirata menjadi seperti sekarang ini.
    bagaimana nasibmu Harun??????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: