inspirasinema

Inspiring Movies of All-Time

Sang Pencerah (2010)

Negara: Indonesia
Tahun: 2010
Sutradara: Hanung Bramantyo
Pemain:    Lukman Sardi, Zaskia Adya Mecca and Slamet Rahardjo
Durasi: 112 menit

Sang Pencerah adalah film kontroversional karya Hanung Bramantyo. Sebelumnya Hanung pernah menuai kritikan pedas dari film Perempuan Berkalung Sorban. Sang Pencerah pun juga demikian menjadikan film ini kontroversi karena beberapa hal dalam film yang tidak sesuai dengan kenyataan. Namanya juga biografi, tidak mungkin sama persis seperti aslinya. Saya bingung, bagian mana yang menjadi kontroversi? Bukan karena saya kurang tahu tentang agama, namun saya bukan aliran Muhammadiyah melaintan Nahdlatul Ulama (NU).

Sepulang dari Mekah, Darwis muda (Ihsan Taroreh) mengubah namanya menjadi Ahmad Dahlan. Seorang pemuda usia 21 tahun yang gelisah atas pelaksanaan syariat Islam yang melenceng ke arah Bid’ah /sesat

Melalui Langgar / Surau nya Ahmad Dahlan (Lukman Sardi) mengawali pergerakan dengan mengubah arah kiblat yang salah di Masjid Besar Kauman yang mengakibatkan kemarahan seorang kyai penjaga tradisi, Kyai Penghulu Kamaludiningrat (Slamet Rahardjo) sehingga surau Ahmad Dahlan dirobohkan karena dianggap mengajarkan aliran sesat. Ahmad Dahlan juga di tuduh sebagai kyai Kafir hanya karena membuka sekolah yang menempatkan muridnya duduk di kursi seperti sekolah modern Belanda.

Ahmad Dahlan juga dituduh sebagai kyai Kejawen hanya karena dekat dengan lingkungan cendekiawan Jawa di Budi Utomo. Tapi tuduhan tersebut tidak membuat pemuda Kauman itu surut. Dengan ditemani isteri tercinta, Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca) dan lima murid murid setianya : Sudja (Giring Nidji), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwinsyah), Hisyam (Dennis Adishwara) dan Dirjo (Abdurrahman Arif), Ahmad Dahlan membentuk organisasi Muhammadiyah dengan tujuan mendidik umat Islam agar berpikiran maju sesuai dengan perkembangan zaman

Sang Pencerah merupakan film yang luar biasa bagus. Belum pernah saya menemukan film Indonesia dengan setting semegah ini. Sebelumnya saya tidak percaya Hanung Bramantyo dapat menggambarkan suasana Yogyakarta zaman dahulu sebegitu eksotisnya. Settingnya sungguh menakjubkan. Namun ada beberapa kritikan dari saya.

Pencahayaan Sang Pencerah terlalu gelap sehingga wajah-wajah para figuran sulit dikenali (ada beberapa teman saya yang terlibat menjadi figuran). Apakah ini cara Hanung mengaburkan kedetilan setiap settingannya? Bahasa yang dipakai dalam film ini campur-campur antara Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia yang menjadikan dialognya berasa seperti dialog anak muda masa kini.

Terlepas dari hal kontroversi, Sang Pencerah berhasil mengajarkan bagaimana Muhammadiyah itu, mirip dengan NU. Seperti yang diajarkan oleh guru agama saya bahwa kita tidak perlu meniru tradisi yang jelas tidak ada dalam Islam, seperti kenduri, 7 hari, 40 hari, dst. Fenomena seperti ini masih ada hingga kini di sekitar kita. Sesungguhnya itu merupakan tradisi agama lain yang dulu berjaya di Indonesia dengan kerajaannya. Semoga melalui film ini masyarakat kita mendapat pencerahan dari Sang Pencerah. Sungguh karakter pembaharu yang sangat mencerahkan.

Banyak kata-kata inspiratif dan dialog cerdas dalam film ini yang menyindir kekunoan masyarakat zaman itu bahkan juga masa kini. Memang konsekuensi sebuah film yang diangkat dari kisah nyata adalah kebenaran yang ada. Film ini menuai kritikan karena ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan kebenaran. Menurut saya, jika film yang menceritakan masa lalu seseorang dan ini adalah kisah nyata, sebaiknya tidak mengumbar hal pribadi karena ini menyangkut seseorang, tokoh agama pula. Jika saja Sang Pencerah adalah film fiktif, tentu saja ini adalah salah satu mahakarya terbaik dari Perfilman Indonesia. (Review by Achmad Muchtar)

One response to “Sang Pencerah (2010)

  1. bocah malang Desember 23, 2012 pukul 12:42

    mantapp gannn…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: