inspirasinema

Inspiring Movies of All-Time

Letters from Iwo Jima (2006)

Negara: Amerika Serikat
Tahun: 2006
Sutradara:  Clint Eastwood
Pemain: Ken Watanabe, Kazunari Ninomiya and Tsuyoshi Ihara
Durasi: 141 menit

Rated R for graphic war violence

Letters from Iwo Jima adalah film berbahasa Jepang karya sineas Amerika Serikat, Clint Eastwood. Ini adalah film fiktif berlatar perang antara Jepang dan Amerika Serikat. Meskipun digarap oleh sineas Amerika, namun film ini tidak bertutur tentang keheroikan pasukan perang Amerika, tapi tentang konflik perang dari sudut pandang Jepang. Letters from Iwo Jima seolah kembali mengingatkan bahwa sebuah film sejarah tidak melulu harus berupa dokumentasi. Hal ini yang seharusnya dicontoh oleh para sineas Indonesia.

Cerita bergulir pada tahun 1944-1945, ketika itu angkatan perang kekaisaran Jepang sudah terdesak. AS satu demi satu menguasai pulau2 di Lautan Pasifik yang diduduki Jepang. Iwo Jima adalah pulau milik Jepang yang terletak kira2 1200 kilometer di sebelah selatan Tokyo. Pulau seluas 21 km² ini sebenarnya tidak mempunyai kekayaan alam apapun, namun pulau ini mati2an dipertahankan oleh Jepang pada Perang Dunia II karena jikalau pulau ini jatuh ke tangan AS maka seluruh Jepang akan mudah dijangkau oleh pesawat2 pembom strategis AS.

General Tadamichi Kuribayashi: I am determined to serve and give my life for my country.

Letjen Kuribayashi sendiri sebenarnya pesimis bisa mempertahankan Iwo Jima hanya dengan 21.000 tentaranya tanpa bala bantuan terutama dari Angkatan Udara dan Angkatan Laut Jepang. Angkatan Laut dan Angkatan Udara Jepang pada akhir tahun 1944 memang hampir lumpuh. Sisa kekuatan Laut dan Udara yang ada difokuskan untuk mempertahankan tanah air dan tidak akan ada bala bantuan untuk mempertahankan Iwo Jima. Maka akhirnya pertempuranpun tidak terhindarkan pada bulan Februari 1945. Letjen Kuribayashi memutuskan untuk tidak bertempur à la Banzai Jepang dengan penyerangan frontal. Namun Kuribayashi memutuskan untuk berperang atau bertahan dari dalam tanah. Gunung Suribachi (gunung di Iwo Jima) dan seluruh pulau Iwo Jima dibikin mirip seperti sarang lebah. Tentara Jepang menggali terowongan2 di gunung tersebut dengan total panjang 18 kilometer dengan 5000 mulut gua, dan hampir setiap mulut gua didirikan bunker untuk menahan laju 100 ribu marinir AS yang menyerbu pulau tersebut lengkap dengan kekuatan laut dan udaranya.

Saigo: We can die here, or we can continue fighting. Which would better serve the emperor?

Artileri2 berat dan tank2 Jepang yang tidak bisa masuk ke dalam gua dihancurkan oleh bom2 AS dari udara, sedangkan pihak Jepang yang tidak diperkuat oleh angkatan udaranya hanya bisa berusaha menembak pesawat2 AS yang membabibuta mengebom siang-malam tanpa henti tersebut dengan machine gun.Pemandangan paling menakjubkan adalah ketika Prajurit satu Saigo tengah membuang pispot kotoran tentara Jepang di luar persembunyian. Ketika itu dari kejauhan ia melihat pemandangan yang “menakjubkan” yaitu pantai Iwo Jima dipenuhi atau dibanjiri oleh ratusan kapal2 perang AS dari segala kelas mulai dari penyapu ranjau hingga battleship. Hanya kapal induk saja mungkin yang tidak ada. Kapal2 perang tersebut seperti tengah “arisan” dengan tenangnya “tanpa gangguan”. Sungguh sebuah pemandangan yang bisa membikin kecut hati tentara Jepang yang melihatnya.Hasil dari perang itu sendiri sudah dapat diduga. 21 ribu tentara Jepang dengan persenjataan dan amunisi terbatas ditambah lagi dengan suplai makanan dan obat2an yang menipis tidak akan mampu melawan 100.000 marinir AS bersenjata lengkap.

General Tadamichi Kuribayashi: If our children can live safely for one more day it would be worth the one more day that we defend this island.

Pertempuran “hanya” berlangsung satu setengah bulan. AS kehilangan 6800 marinirnya ditambah beberapa ratus yang hilang. Korban di fihak Jepang lebih dahsyat lagi, dari 21.000 tentaranya yang mempertahankan Iwo Jima tinggal 216 orang yang hidup. Letjen Kuribayashi sendiri akhirnya ikut berperang langsung mengangkat senjata dalam pertempuran terakhir guna mempertahankan Iwo Jima. Letjen Kuribayashi sendiri dalam film “The Letters of Iwo Jima” ini digambarkan tewas bunuh diri dengan pistol kesayangannya, sebuah pistol M1911 Colt (kaliber) .45 buatan AS yang ia dapatkan ketika ia bertugas di AS sebagai tanda persahabatan sebelum perang pecah. Namun sebenarnya kematian Kuribayashi masih menjadi misteri. Jasadnya sendiri tidak pernah ditemukan. Banyak yang mengatakan bahwa Kuribayashi mencabut seluruh atribut jenderalnya untuk berperang sebagai prajurit biasa pada pertempuran2 terakhir mempertahankan Iwo Jima. Itulah yang turut mempersulit identifikasi jasad sang jenderal.

General Tadamichi Kuribayashi: I will always be in front of you.

Letters from Iwo Jima memang fiktif, namun kental nuansa historis dan emosional khas Timur. Suasana perang disajikan dengan warna dominan abu-abu untuk membedakan waktu lampau dengan sekarang. Adegan peperangan memang tidak disajikan secara menggelegar, hal ini dikarenakan bukan seperti itu yang ingin ditunjukkan, tapi konflik di dalam kepemimpinan perwira Jepang-lah yang menjadi inti film ini. Banyak pesan moral, namun tak semuanya itu benar. Mungkin anggapan Jepang untuk bunuh diri demi kehormatan itu benar, namun itu merupakan tindakan pengecut karena lari dari perang. Memang banyak adegan bunuh diri yang disajikan, kelam namun tidak brutal. Konflik yang ditampilkan juga tidak terlalu berat, namun yang paling kentara adalah konflik kepemimpinan dan humanisme yang sarat akan makna. Selebihnya film ini mengutarakan pada kenangan masa lalu yang mengindikasikan untuk bersemangat. Semangat dan disiplin orang Jepang memang patut dicontoh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: