inspirasinema

Inspiring Movies of All-Time

V for Vendetta (2006)

Negara: Amerika Serikat
Tahun: 2006
Sutradara:  James McTeigue
Pemain: Hugo Weaving, Natalie Portman, Rupert Graves, Stephen Rea
Durasi: 132 menit

Seseorang menyebut dirinya “V” berjuang melawan pemerintahan otoriter di Inggris tahun 2020.

Ini bukan film superhero, namun saya menganggap film ini superhero karena sosok V. Sosok V yang sangat misterius memakai jubah hitam dan topeng Guy Fawkes membuat keren film ini. Apalagi dengan kuntum bunga mawar yang menandai kesuksesan rencana pembunuhannya. Saya tidak menganggap aksi V sebagai pembunuh, namun pembasmi kejahatan layaknya superhero. Sosok V menjawab atas ketidakadilan dari pemerintahan.

V for Vendetta mengambil latar belakang Inggris di era masa depan ketika berada di bawah kepemimpinan rezim yang totaliter. Hal ini bermula sesaat pasca-perang dunia yang meluluhlantakkan berbagai negeri. Kekacauan merebak dimana-mana, kelaparan, penyakit dan juga angka kematian yang begitu tinggi. Hal ini akhirnya yang menjadi pembenaran bagi seorang politikus yang ambisius untuk meraih kekuasaannya dengan menerapkan pola kekuasaan yang fasistik. Semua dikontrol oleh negara, tak ada kebebasan sipil, bahkan juga termasuk dalam berpendapat dan menjadi berbeda. Bahkan juga di dalamnya, memeluk agama lain selain satu agama yang ‘direstui’ oleh pemerintah, dianggap sebagai sebuah kejahatan. Dalam satu bagian, dikisahkan bagaimana seseorang dapat ditangkap hanya karena memiliki Al-Qur’an. Film, buku-buku sastra dan bahkan juga karya-karya seni dilarang.

Di tengah kondisi demikian, seorang individu yang menyebut dirinya V, dengan mengenakan kostum ala Guy Fawkes mulai mengambil tanggung jawab atas semua hal yang terjadi dan mulai melancarkan propaganda yang dikenal dengan istilah “propaganda by deed”. V menyadari bahwa kesalahan suatu negeri memang tidak dapat ditudingkan begitu saja pada para birokrat dan politisi, karena bagaimanapun juga, para penguasa fasis tersebut bisa berada di kekuasaannya karena publik membiarkannya (dengan berbagai alasan, seperti ketakutan dan ketidak pedulian). Dalam satu episode, V mengatakan pada publik melalui televisi bahwa, “untuk mengetahui siapa yang bersalah atas semua yang terjadi, mari kita menatap cermin.”

Maka aksi V yang dimulai pada tanggal 5 November dimulai. Tanggal ini sendiri dipilih untuk menghormati tanggal di mana Guy Fawkes melakukan aksi peledakkan gedung parlemen Inggris pada abad ke-17 yang gagal-kisah mengenai Guy Fawkes sendiri adalah kisah yang nyata terjadi. Satu persatu para politikus, yang merupakan sejumlah tokoh penting dari partai politik yang berkuasa, menemui ajalnya. Hal ini berkaitan dengan ‘dosa-dosa’ para politikus tersebut di masa lampau yang telah memilih V sebagai salah satu korbannya. Plot pemberontakan itu sendiri disusun oleh V sedemikian rupa sehingga dalam waktu satu tahun (dari tanggal 5 November ke 5 November tahun berikutnya), yang diharapkan seluruh kekuasaan fasis akan runtuh.

Apakah pergerakan yang dipelopori oleh V akan berjalan dengan sukses?? Bagaimanakah sikap Kanselir Adam Sutler (pemimpin negara) terhadap pergerakan V tersebut?

V: I told you, only truth. For 20 years, I sought only this day. Nothing else existed… until I saw you. Then everything changed. I fell in love with you Evey. And to think I no longer believed I could.
Evey Hammond: But I don’t want you to die.
V: That’s the most beautiful thing you could have ever given me.

Saya terkagum-kagum menonton film ini. Sosok V tidak pernah menampakkan wajahnya di film ini. Plotnya pun sangat luar biasa. Namun kebanyakan adegannya kurang greget, hingga membuat saya bosan dengan dialog-dialog yang super cepat dan tidak menyisakan waktu saya untuk menghela nafas dengan tumpukan adegannya. Namun hal itu mampu ditutupi dengan dasar plot yang luar biasa film ini. Apalagi sang sutradara selalu membuat sosok V itu terlihat keren. Dan juga simbol V sebagai simbol kebebasan atas ketidakadilan juga menjadi ikon selain topeng Guy Fawkes tentunya.

[first lines]
Evey Hammond: [voiceover] Remember, remember, the Fifth of November, the Gunpowder Treason and Plot. I know of no reason why the Gunpowder Treason should ever be forgot… But what of the man? I know his name was Guy Fawkes and I know, in 1605, he attempted to blow up the Houses of Parliament. But who was he really? What was he like? We are told to remember the idea, not the man, because a man can fail. He can be caught, he can be killed and forgotten, but 400 years later, an idea can still change the world. I’ve witnessed first hand the power of ideas, I’ve seen people kill in the name of them, and die defending them… but you cannot kiss an idea, cannot touch it, or hold it… ideas do not bleed, they do not feel pain, they do not love… And it is not an idea that I miss, it is a man… A man that made me remember the Fifth of November. A man that I will never forget.

Film ini tidak menyuguhkan adegan aksi superhero, namun menyuguhkan dialog-dialog yang super cerdas. Di film ini juga menampilkan realita kehidupan masa kini, diantaranya adalah lesbian. Dengan dibuatnya film ini, saya mengharap munculnya sosok V di masa kini. Dimana pemerintahan yang carut marut dan korupsi dimana-mana dapat dieksekusi oleh V. Film ini adalah sebuah film yang keren didasari plot yang bagus sekali sekaligus menjawab atas ketidakadilan yang dilakukan orang-orang yang berkuasa. Sosok hero seperti V memang dibutuhkan saat ini. (Review by Achmad Muchtar)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: